Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum kemudian Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan tempat istirahat juga pelayanan (TIP) atau rest area jalan tol perlu melakukan daur ulang air hingga energi dalam rangka dukungan keberlanjutan lingkungan.
"Harus ada upaya daur ulang (recycle) dalam pemakaian air, energi juga sampah dalam pengelolaan layanan jalan tol sehingga ramah lingkungan," ujar Tim Ahli/ Pakar Penilaian Jalan Tol Berkelanjutan (JTB) Kementerian PUPR Sudirman dalam keterangannya dalam Jakarta, Rabu.
Sudirman mengatakan, pengolahan limbah cair penting untuk di tempat dalam daur ulang sebagai bentuk penghematan air agar tiada terbuang sia-sia.
"Sebagai contoh air dari toilet kemudian juga masjid sisa wudhu sanggup diolah atau dipakai ulang untuk menyiram tanaman pada area sekitar rest area jalan tol," katanya.
Selain daur ulang penyelenggaraan air, pengelolaan jalan tol diharapkan dapat memanfaatkan teknologi-teknologi yang dimaksud dimaksud hemat energi.
"Sebagai contoh untuk sumber listrik dapat dikombinasikan dengan menggunakan panel surya (solar cell) serta pencahayaan LED yang mana mana lebih lanjut banyak hemat energi," ujar Sudirman.
Dia juga menekankan adanya praktik daur ulang sampah dalam setiap rest area jalan tol. Daur ulang sampah sanggup dikerjakan dengan berbagai cara, misal pencacahan sampah plastik untuk daur ulang. Sedangkan untuk sampah organik mampu dengan memanfaatkan maggot.
Sebagai salah satu upaya dalam membentuk Jalan Tol yang Berkarakter pada tahun 2024 dalam area seluruh Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum juga Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan penilaian serta evaluasi terhadap kualitas layanan jalan tol lalu rest area pada tahun 2023.
Sudirman mengatakan, selain pemenuhan Standar Mutu Penilaian (SPM) yang digunakan seharusnya dipertahankan, dalam tempat tahun 2023 penilaian juga menekankan pada dukungan keberlanjutan lingkungan dalam pengelolaan layanan jalan tol.




